Banda Aceh – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh akan melaksanakan pengamatan rukyat hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Maret 2026, di enam lokasi yang tersebar di Aceh.
Lokasi pengamatan meliputi Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang Lhoknga Aceh Besar, Tugu Nol Kilometer Sabang, Bukit Blang Tiron Arun Lhokseumawe, Pantai Lhokgeulumpang Aceh Jaya, POB Suak Geudubang Aceh Barat, serta Pantai Nancala Simeulue.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, Kemenag Aceh menyiapkan teleskop astronomi di observatorium Lhoknga dan membuka kegiatan ini untuk umum.
Kepala Kanwil Kemenag Aceh Azhari mengatakan pemantauan hilal dilakukan bersamaan dengan sidang isbat Kementerian Agama RI di Jakarta. Hasil rukyat dari seluruh Indonesia akan menjadi dasar penetapan awal Syawal yang diumumkan pemerintah sekitar pukul 19.30 WIB.
Ketua Tim Falakiyah Kemenag Aceh Alfirdaus Putra menjelaskan posisi hilal pada 29 Ramadan masih berada di bawah kriteria imkan rukyat MABIMS karena elongasi bulan belum mencapai batas minimal 6,4 derajat, sehingga kemungkinan hilal sulit terlihat.
Jika hilal terlihat pada Kamis malam, maka Idul Fitri diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Namun jika tidak terlihat, Ramadan digenapkan 30 hari sehingga 1 Syawal diperkirakan Sabtu, 21 Maret 2026.
Kemenag Aceh mengimbau masyarakat tetap menjaga persatuan apabila terjadi perbedaan dalam penetapan hari raya
Tinggalkan Komentar