Aceh Tamiang – Pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) untuk masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, terus dipercepat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Berdasarkan rilis diterima redaksi, berbagai pihak terlibat dalam proses pembangunan tersebut, termasuk TNI dan Polri yang turut membantu pengerjaan di lapangan.
Pantauan di lapangan, Senin, 9 Maret 2026, personel Polsek Kejuruan Muda melaksanakan kegiatan peninjauan sekaligus pengamanan di lokasi pembangunan huntara dan huntap bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.
Sementara itu, di Desa Rantau Pauh, Kecamatan Rantau Pauh, anggota TNI juga turut membantu proses pembangunan hunian bagi warga. Terpantau sejumlah anggota TNI mengangkut pasir menggunakan gerobak dorong untuk dipindahkan ke lantai huntara. Pasir tersebut nantinya digunakan untuk proses pencampuran semen dan batu guna memperkuat struktur bangunan.
Di lokasi tersebut tampak berjejer bangunan semi permanen yang disiapkan sebagai hunian sementara bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang.
Pembangunan huntara dan huntap ini diharapkan dapat segera memberikan tempat tinggal yang lebih layak dan aman bagi warga yang terdampak bencana, sekaligus menjadi bagian dari percepatan pemulihan kondisi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Hingga Minggu, 8 Maret 2026, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait telah membangun 1.771 unit hunian sementara yang tersebar di 25 lokasi strategis.
Sebanyak 1.339 kepala keluarga kini telah menempati hunian tersebut. Selain unit tempat tinggal, pemerintah juga menyediakan fasilitas dasar seperti akses air bersih dan listrik secara gratis untuk membantu meringankan beban warga.
Editor: Mirza
Tinggalkan Komentar