Redaksi
Minggu, 03 Mei 2026
  • TIMES NEWS MERUPAKAN PORTAL BERITA YANG BERKANTOR DI PROVINSI ACEH. TIMES NEWS ACEH MENERIMA SISWA JURNALIS MAGANG INFO LEBIH LANJUT 0852 6071 7323 (WA)
2 Mei 2026

Mengenal “Syair Rubai Syariat Musafir”, Karya Terbaru Sastrawan Aceh Thayeb Loh Angen

Sabtu, 2 Mei 2026 Kategori : Banda Aceh

BANDA ACEH– Penyair dan penulis Sumatera, Thayeb Loh Angen, resmi menerbitkan karya sastra terbarunya yang berjudul “Syair Rubai Syariat Musafir”. Buku yang diterbitkan oleh The Gayo Institute (TGI) ini merupakan kumpulan 59 karya puisi berbentuk kuatrain (empat baris) yang berakar pada tradisi sastra Persia namun kental dengan napas keislaman.

Dr. Salman Yoga S, S.Ag., MA., Direktur The Gayo Institut, memberikan apresiasi tinggi terhadap terbitan ini. Beliau menilai bahwa kekayaan budaya bangsa seringkali luput dari perhatian penulis masa kini, namun Thayeb Loh Angen hadir dengan genre Rubai yang khas untuk menyuarakan persoalan personal hingga satir.

Bagi Salman, buku ini bukan sekadar kumpulan kata, melainkan sebuah tafsir baru tentang kenyataan dan pengalaman hidup yang dipotret melalui kacamata spiritualitas serta tradisi Islam yang kuat di Aceh.

Sementara itu Thayeb Loh Angen pada Selasa 26 April 2026 di Banda Aceh mengungkapkan bahwa penulisan “Syair Rubai Syariat Musafir” merupakan hasil perenungan sekaligus kesaksian dari berbagai momen perjalanan hidup yang ia lalui. Ia menjelaskan bahwa syair-syair tersebut ditulis berdasarkan realitas yang ada dengan pendekatan imajinatif untuk memberikan ruang refleksi bagi para pembaca.

Penulis berharap melalui pendekatan rubai ini, fragmen-fragmen sejarah dan nilai-nilai kesejarahan yang sempat ia alami dapat tersampaikan dengan cara yang lebih bersahaja namun tetap penuh makna.

Buku setebal xiii + 90 halaman ini dicetak pertama kali pada April 2026 dengan nomor ISBN 978-623-88208-8-7 dan desain sampul oleh Ansar Salihin, M.Sn. Kehadiran karya ini diharapkan mampu memperkaya khazanah sastra berbasis tradisi di Aceh, bersanding dengan bentuk-bentuk lama seperti hikayat, didong, dan melengkan.

Melalui terbitan ini, kolaborasi antara The Gayo Institute dan PT Portal Media Utama membuktikan bahwa ekspresi seni berbasis religi tetap memiliki ruang yang relevan dan bernilai dalam perkembangan literasi modern.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar