TIMES NEWS ACEH – Pemerintah Bireuen secara resmi melarang warganya untuk merayakan malam tahun baru. Hal itu guna menjaga kearifan lokal masyarakat Aceh.
Pihak pemerintah setempat mengimbau warga agar tidak melakukan perayaan malam pergantian tahun dengan membakar petasan atau kegiatan hura-hura lainnya.
Kita meminta kepada masyarakat Bireuen agar tidak melakukan hal yang dapat meresahkan masyarakat, seperti menyalakan kembang api, mercon, meniup terompet, balapan kenderaan, serta permainan lainnya yang bertentangan dengan Syariat Islam, kata Kepala Dinas Syariat Islam Bireuen, Anwar, Sag, MAP kepada timesnewsaceh.com. Jum’at (30/12/22).
Larangan tersebut disampaikan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Bireuen yang dituangkan dalam seruan bersama dan dikeluarkan 8 Desember 2022, serta disebarluaskan pada Kamis (22/12/2022) malam.
Seruan bersama tersebut, ditandatangani oleh Pj Bupati Bireuen, Aulia Sofyan PhD, Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar, SSos, Dandim 0111/ Bireuen, Letkol Inf Ade Munandar, SIPem, Kapolres Bireuen, AKBP Mike Hardy Wirapraja, SIK, MH, Ketua Pengadilan Bireuen, Teuku Almadyan, SH, MH, Kajari Bireuen, Mohamad Farid Rumdana, SH, MH, Ketua Mahkamah Syar’iyah, M Syauqi, SHI, SH, MH, dan Ketua MPU Bireuen, Tgk Nazaruddin H Ismail. (Tio)
Tinggalkan Komentar