BIREUEN – Puluhan Keuchik dari Desa berdampak bencana di Kecamatan Samalanga mengeluhkan terkait verifikasi data masyarakat korban banjir yang hingga saat ini masih sangat amburadul.
Hal itu seperti disampaikan oleh Keuchik Gampong Mideun Geudong Fakhruddin pada Selasa 31 Maret 2026, ia mengaku tidak tahan lagi mengahadapi protes dari warga yang merupakan korban banjir.
“Masalah yang kami hadapi sangat komplit, warga yang rumahnya mengalami rusak berat belum pernah menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sehingga sudah 4 Bulan harus menumpang di kantor Desa, saya sudah berkali-kali melaporkan hal itu ke pihak Kecamatan,” ungkap pria yang akrab disapa Keuchik Gam itu
Ia juga mengeluhkan amburadulnya Data setelah dilakukan verifikasi, yang rusak berat menjadi rusak sedang dan ringan, begitu juga sebaliknya.
“Korban banjir di Desa kami belum ada satupun yang menerima Dana Stimulan dari Pemerintah, kami sangat kecewa dengan kinerja Pemkab Bireuen, wilayah Barat (Samalanga) seperti dianaktirikan,” tutur Keuchik Gam
Hal yang sama dikeluhkan oleh Keuchik Gampong Keude Aceh Fadli, di desanya terdapat Lima Kepala Keluarga yang kehilangan rumah atau rusak berat namun setelah Verifikasi satupun tidak masuk kategori.
“Empat rumah masuk Kategori Tidak memenuhi Kriteria (TMK) satu lagi masuk Kategori rusak ringan, belum lagi yang rusak Ringan dan rusak sedang, datanya sangat amburadul, kami tidak tahu lagi mengadu kemana, karena tidak ada yang peduli,” Tuturnya
Keuchik menyebutkan, puluhan Keuchik di Kecamatan Samalanga sudah tidak mampu lagi menghadapi protes korban banjir, selama ini mereka diam karena menghargai Pihak Kecamatan dan para tokoh-tokoh disana.
“Semakin kami tidak protes, Pemerintah semakin tidak peduli dengan korban banjir di Samalanga, jika sudah tidak dianggap lebih baik bergabung ke Kabupaten Pidie Jaya saja, 4 bulan kami diam dan memberi kesempatan kepada Pemerintah untuk bekerja, namun semakin terabaikan dan makin amburadul penanganannya,” imbuhnya
Keuchik Fadli sangat menyesalkan sikap Bupati selama ini seolah-olah banjir hanya parah di Peusangan, padahal di Kecamatan Samalanga, semua Desa di sepanjang sungai Batee Ilik hancur diterjang Banjir.
“Jika permasalahan ini tidak diselesaikan dalam waktu dekat, maka kami akan membawa masyarakat korban banjir ber tenda di Kantor Bupati seperti warga lainnya agar cepat ditangani,” imbuhnya
Keuchik Fadli meminta pihak Pemkab Bireuen, BPBD dan BNPB agar turun langsung untuk melihat langsung dan menangani permasalahan yang terjadi di Samalanga.
“Kami minta Bupati dan BPBD turun langsung menemui para Keuchik di Samalanga agar apa yang kami hadapi selama ini tersampaikan secara menyeluruh, selama ini kami hanya berkesempatan menyampaikan keluhan kepada Camat,” pinta Keuchik Fadli
Tinggalkan Komentar